
Dalam kemiliteran ada beberapa keahlian yang selalu dilatihkan untuk mengasah kemampuan prajurit, salah satunya adalah menembak, selain melatih ketangkasan dan kemampuan ketepatan tembakan, juga dilatihkan penggunaan berbagai macam jenis senjata baik laras panjang maupun pendek (pistol). Peningkatan kemampuan menembak juga diiringi dengan peningkatan disiplin mental yang tangguh dan kuat. Tanpa melatih mental tsb tidak mungkin kemampuan menembak menjadi meningkat, justru akan memperburuk skill yang ada.
Saya sangat menggemari latihan menembak, selain itu saya juga sering mewakili satuan saya (Pangkalan TNI AU El Tari, Kupang) untuk mengikuti perlombaan olah raga militer cabang menembak se-Garnisun Kupang, NTT. Hasil yang di peroleh dalam setiap kesempatan lomba adalah meraih juara pertama baik perorangan maupun beregu. Dalam penilaian menembak antara lain tembak penilaian, kecepatan dan reaksi. Walaupun hasil yg diperoleh hanya berkisar 80-90 akan tetapi cukup memotivasi teman-teman yg lain dan terutama diri saya sendiri untuk lebih sering mengasah serta melatih kemampuan menembak hingga di peroleh skill yg mumpuni dalam ajang yang lebih tinggi (angan-angan saja.......).
Dalam menembak (pistol) dibutuhkan konsentrasi tinggi dan pengaturan nafas secara bertahap. Yang saya terapkan (dan yang pernah di ajarkan oleh para senior saya) antara lain : 1. Safety. Konsentrasi kepada senjata yg ada di tangan, baik keamanan senjata tsb maupun terhadap personel di sekitar. Dengan arah laras menghadap kebawah sebelum/sesudah menembak. 2. Nafas. Mengatur nafas, tarik nafas panjang keluarkan (3 kali berulang), kmudian mengarah senjata ke sasaran/lesan (belum membidik) tetap dengan bernafas seperti biasa. Setelah merasa fokus dan konsentrasi terhadap ujung laras dan sasaran, tarik sekali lagi nafas panjang dan buang 3/4 bagian udara di paru-paru, dan tahan nafas. 3. Bidik sasaran, remas pelatuk perlahan-lahan hingga tanpa di sadari senjata meletus. 4. Buang nafas yang sisa 1/4 bagian tadi, demikian dari tahap 1-4 berulang-ulang sampai amunisi senjata habis. 5. Jika menembak selesai, jalankan prosedur keamana dengan mengokang 3 kali untuk memastikan peluru telah kosong dalam kamar senjata.
Saran terakhir saya; pada saat menembak 3 peluru percobaan, jangan pernah merubah posisi bidikan pada tembakan ke-2 dan 3, agar kita tahu karakteristik hasil tembakan dari senjata yang digunakan. Setelah hasil peluru tembakan di lesan terbaca perkenaannya, pada saat tembakan penilaian, kita tinggal merubah sedikit arah bidikan (kiri, kanan, atas bawah atau lainnya atau tetap seperti awal) tergantung perkenaan 3 peluru percobaan tadi.
Semoga ilmu ini dapat dijadikan masukan atau sebagai acuan sederhana dalam melatih diri untuk meningkatkan kemampuan menembak. Salam.